Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Kemegahan Masjid Raya Baiturrahman Saat Ini

fiforlif

Kalau ada sebuah tempat yang patut Anda kunjungi ketika bertandang ke Banda Aceh, itu adalah Masjid Raya Baiturrahman. Inilah warisan bersejarah yang sudah ada sejak era kejayaan Kesultanan Aceh dan bertahan sampai ketika ini. Masjid ini sudah melewati berjenis-ragam kejadian, mulai dari tragedi pembakaran oleh kolonial Belanda tahun 1873 sampai hantaman tsunami di akhir 2004.

Masjid Raya Baiturrahman AcehMasjid Raya Baiturrahman pertama kali dibangun di era Kesultanan Aceh. Bagian atap masjid ini dibuat dengan ciri khas masjid di Indonesia pada masa itu, atap limas bersusun empat.

Terdapat dua versi sejarah mengenai riwayat pembangunan masjid ini. Sebagian sumber menyebutkan masjid ini didirikan pada 1292 M oleh Sultan Alauddin Johan Mahmudsyah. Sementara, sumber yang lain menyebutkan masjid ini didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada 1612 M.

Tapi Bencana yang terjadi di 26 Desember tahun 2004 itu menyisakan luka yang mendalam bagi orang-orang yang mengalaminya. Tsunami Aceh telah menelan korban ratusan ribu korban jiwa. Bukan hanya itu saja, tragedi besar itu juga merusak hampir seluruh infrastruktur di Aceh.

Masjid Raya Aceh Pasca Tsunami
Masjid Raya Aceh Pasca Tsunami

Sejumlah masjid di Aceh tetap gagah berdiri sesudah tsunami menerjang 26 Desember 2004. Namun ada salah satu bangunan yang selamat dan menjadi saksi tsunami Aceh yaitu Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.  Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh masih tegar berdiri kala tsunami itu melanda Aceh. Masjid itu hampir tanpa cedera dikala tsunami menerjang kota dan menewaskan lebih dari 230.000 orang.

Padahal, ribuan rumah di sekitarnya hanyut tersapu air bahari yang menerjang daratan pada pagi itu. Ratusan orang yang berlindung di masjid-masjid pun selamat. Mereka tak akan lupa insiden itu. bahkan bagi banyak orang yang selamat, insiden itu semakin menebalkan imannya.

Masjid yang terletak di jantung Kota Banda Aceh ini telah melewati pembabakan sejarah yang panjang sebelum mirip sekarang.

Kini setelah 13 tahun, Masjid Raya Baiturrahman terus direnovasi sampai menjadi lebih indah. Kini Mesjid Raya telah berwajah baru, melihat Mesjid Raya menciptakan orang membayangkan Mesjid Nabawi di Madinah.

Hal ini tidak terlepas dari perencanaan renovasi mengikuti gaya Mesjid Nabawi, dimana disekitar mesjid dipasang 12 payung elektrik dan pekarangan yang sebelumnya taman yang ditumbuhi padang rumput telah ditutupi oleh marmer indah.

Selain dibangun 12 unit payung elektrik, dikala ini daerah wudhuk masjid raya juga bertambah menjadi 288 titik dan semuanya berada di basement.

Masjid yang terletak di jantung Kota Banda Aceh ini telah melewati pembabakan sejarah yang panjang sebelum mirip sekarang.

Dulu masjid ini hanya menampung 9.000 jamaah, tetapi sesudah direnovasi dan dipasang payung elektrik MRB bisa menampung 24.400 orang.

Tak hanya itu, lokasi parkir yang sebelumnya dipinggir jalan kini dipindah ke basement dan bisa menampung 254 unit kendaraan beroda empat dan 347 sepeda motor.

Penyediaan ruang terbuka hijau juga telah dilakukan dengan menanam 32 pohon kurma dan menanam kembali di daerah semula sebatang pohon geulumpang (Kohlerboom) yang ditebang pada 19 November 2015 dikala proses pembuatan tapak payung elektrik dimulai.

Setelah melalui proses pengerjaaan renovasi semenjak 2015, akhirnya  Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh telah diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Wapres Jusuf Kalla pada Sabtu (13/5/2017) pagi.

Payung elektrik Masjid Raya AcehPerubahan pada bangunan masjid di antaranya yaitu berdirinya 12 unit payung elektrik, lantai marmer, daerah wudhu, lokasi parkir bawah tanah, hiasan lampu, serta kehadiran tiga puluh lebih pohon kurma.

Tahapan renovasi juga dilakukan terhadap ekspansi halaman masjid. Perombakan ini sendiri diperlukan mengakibatkan Masjid Raya Baiturrahman tak sebatas sebagai daerah ibadah, tapi juga sentra kajian Islam di Aceh dan Indonesia.

Pengerjaan proyek ini tidak mengubah bentuk dan posisi masjid. Keberadaan payung ini selain memperindah masjid, juga menambah kenyamanan jamaah dalam beribadah sebab terhindar dari terik matahari atau bahkan hujan bila harus shalat di pelataran masjid.

Dulu masjid ini hanya menampung 9.000 jamaah, tetapi sesudah direnovasi dan dipasang payung elektrik MRB bisa menampung 24.400 orang. Terdapat 12 unit payung elektrik yang dibangun di sisi kanan kiri dan sekitar pelataran masjid.

Wajah Masjid Raya Banda Aceh Sekarang
Foto: Tribunnews.com

Selain dibangun 12 unit payung elektrik, dikala ini daerah wudhuk masjid raya juga bertambah menjadi 288 titik dan semuanya berada di basement. Begitu pula koridor basement-nya juga tampak sangat indah dengan dinding dan lantai marmer serta motif pintu Aceh. Belum lagi adanya eskalator empat unit dari basement menuju ke atas, semakin membuat Masjid Raya Baiturrahman semakin megah.

Sekarang wajah Masjid Raya Baiturrahman  tampak indah dan megah dengan adanya payung elektrik dan escalator, mirip Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

 

<< Kembali Ke Obyek Wisata Aceh

 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *